Apa Itu Sertifikat Standar OSS dan Siapa yang Membutuhkannya?
Sertifikat Standar OSS merupakan bagian dari legalitas usaha bagi kegiatan dengan tingkat risiko tertentu. Ketahui pengertian, perbedaannya dengan NIB, siapa yang membutuhkannya, dan mengapa status Sertifikat Standar penting untuk operasional usaha.

Apa Itu Sertifikat Standar OSS?
Sertifikat Standar adalah pernyataan dan/atau bukti pemenuhan standar pelaksanaan kegiatan usaha dalam sistem Perizinan Berusaha Berbasis Risiko melalui OSS.
Sederhananya, dokumen ini menunjukkan bahwa suatu kegiatan usaha harus memenuhi standar tertentu yang sudah ditetapkan pemerintah.
Dasar utama sistem ini saat ini adalah PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
Apa Bedanya NIB dan Sertifikat Standar?
NIB dan Sertifikat Standar memiliki fungsi berbeda.
NIB merupakan identitas pelaku usaha dalam sistem OSS.
Sedangkan Sertifikat Standar berkaitan dengan standar yang wajib dipenuhi untuk menjalankan kegiatan usaha tertentu.
Jadi, memiliki NIB belum tentu berarti seluruh perizinan usaha sudah lengkap.
Siapa yang Membutuhkan Sertifikat Standar?
Kebutuhan Sertifikat Standar ditentukan berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha.
Secara umum:
-
Risiko rendah: NIB
-
Risiko menengah rendah: NIB + Sertifikat Standar
-
Risiko menengah tinggi: NIB + Sertifikat Standar yang memerlukan verifikasi
-
Risiko tinggi: NIB + Izin
Karena itu, Sertifikat Standar terutama digunakan untuk usaha dengan risiko menengah rendah dan menengah tinggi.
Bagaimana Mengetahui Usaha Membutuhkan Sertifikat Standar?
Caranya adalah dengan melihat KBLI dan tingkat risiko kegiatan usaha di OSS.
Setiap KBLI dapat memiliki tingkat risiko dan persyaratan berbeda.
Urutan sederhananya:
KBLI → tingkat risiko → jenis Perizinan Berusaha
Jadi, jangan hanya melihat jenis usaha secara umum. Periksa KBLI yang digunakan dalam OSS.
Kenapa Sertifikat Standar Penting?
Sertifikat Standar penting karena:
-
menjadi bagian dari legalitas kegiatan usaha;
-
menunjukkan kewajiban perusahaan untuk memenuhi standar tertentu;
-
dapat diperiksa saat pengawasan pemerintah;
-
untuk risiko menengah tinggi, berkaitan dengan proses verifikasi sebelum operasional dan/atau komersial.
Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya memastikan dokumennya sudah muncul di OSS. Status dan kewajiban yang tercantum di dalamnya juga harus diperhatikan.
Kesimpulan
Sertifikat Standar OSS adalah bagian dari legalitas usaha yang digunakan untuk kegiatan dengan tingkat risiko tertentu.
Tidak semua usaha membutuhkannya.
Untuk mengetahui apakah perusahaan Anda wajib memiliki Sertifikat Standar, periksa:
KBLI → tingkat risiko → jenis perizinan yang diperlukan.
Dan yang paling penting, jangan hanya bertanya:
“Sertifikat Standarnya sudah terbit?”
Tetapi juga:
“Apakah status dan pemenuhan standarnya sudah sesuai?”
Sumber
-
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
-
Sistem Online Single Submission (OSS) Republik Indonesia.
Catatan: Artikel ini merupakan informasi umum. Kewajiban perizinan dapat berbeda berdasarkan KBLI, tingkat risiko, lokasi, skala usaha, dan ketentuan sektoral.


